Pengertian
Sastra Cyber
Sastra cyber adalah karya sastra yang
dikerjakan dan dipublikasikan melalui medium internet atau teknologi
informatika.
Pengertian facebook menurut wikipedia berbahasa indonesia adalah sebuah situs web
jejaring social.
Dapat juga diartikan facebook adalah sebuah
web jejaring sosial yang didirikan oleh mark zuckerberg dan diluncurkan pada 4
Februari 2004 yang memungkinkan para pengguna dapat menambahkan profil dengan
foto, kontak, ataupun informasi personil lainnya dan dapat bergabung dalam
komunitas untuk melakukan koneksi dan berinteraksi dengan pengguna lainnya.
Sejarah Facebook
Berawal ketika Mark
Zuckerberg, seorang mahasiswa Harvard kelahiran 14 Mei 1984 dan mantan murid
Ardsley High School membuat situs jejaring sosial facebook. Yang pada mulanya
pengunaannya hanya diperuntukkan bagi mahasiswa dari Harvard College. Dalam dua
bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston
(Boston College, Universitas Boston, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern,
dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain
yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun
setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat surat-e suatu
universitas (seperti: .edu, .ac, .uk, dll) dari seluruh dunia dapat juga
bergabung dengan situs jejaring sosial ini. Sampai akhirnya, pada September
2006 Facebook mulai membuka pendaftaran bagi siapa saja yang memiliki alamat
email.
Pada
waktu itu beberapa perusahaan besar seperti friendster, Viacom, bahkan Yahoo
tertarik untuk membeli/mengakuisisi facebook. Tapi semua tawaran tersebut
ditolak oleh Mark Zuckerberg sebagai pendiri Facebook meskipun harga yang
ditawarkan terbilang fantastis. Friendster menawar 10 juta US dollar, Viacom
750 juta US dollar, dan yahoo 1 Milyar US dollar.
Pada
akhirnya, langkah yang diambil zuckerberg tersebut sangatlah tepat karena
facebook terus berkembang dan pada 2007 terdapat penambahan 200 ribu account
baru perharinya. Lebih dari 25 juta user aktif menggunakan Facebook setiap
harinya. Sampai pada 2009, penghasilan facebook mencapai nominal 800 juta US
dollar. Malahan di tahun 2010 ini ditaksir angka itu akan melambung mencapai
lebih dari 1 Milyar US dollar.
Nilai
sastra yang ada di facebook
Salah satu kegiatan yang dapat
dilakukan di media sosial yang terkenal dengan “like this” itu adalah
bersastra. Berbagai tulisan fiksi dapat diposting di wall media tersebut.
Seseorang dapat menulis cerpen, puisi, atau berita pada menu
status atau note. Jika ingin lebih serius latihan menulis bersama, seseorang
dapat bergabung pada menu grup di jejaring sosial itu, yang khusus membicarakan
dunia tulis-menulis. (Agus Pribadi, 2012).
Jika tulisan yang diposting menarik,
maka akan mendapatkan apresiasi dari pembaca. Dapat berupa “like”, masukan
ataupun pujian. Hal itu tentu akan sangat menarik.
Seorang yang berada di London dapat
berdiskusi tentang cerpen dengan seorang yang berada di Banyumas. Tentunya akan
menghemat waktu dan biaya. Kalau dulu orang harus bertemu langsung untuk
berdiskusi. Sekarang bisa berdiskusi di tempat masing-masing di belahan dunia
yang berbeda. Sebuah buku antologi dapat diterbitkan bersama meskipun para
penulisnya belum pernah bertatap muka secara langsung. Hal itu salah satunya
dapat dilakukan melalui facebook.
Bersastra melalui facebook akan menghemat tenaga, waktu dan
biaya. Kita tidak perlu bertemu secara langsung untuk berdiskusi. Hal itu akan
menghemat tenaga. Waktu kita juga bisa kita sesuaikan. Bisa sambil menyelam
minum air. Misalnya berdiskusi sambil makan, tiduran, membaca buku, mengerjakan
pekerjaan rumah dan lain-lain. Sekarang biaya pulsa modem relatif murah. Dengan
uang lima puluh ribu dapat online satu bulan penuh selama 24 jam sehari.
Bukan Sastra Facebook
Meskipun proses kreatif dilakukan melalui facebook, namun
sastra yang dihasilkan bukan berarti bernama sastra facebook. Analoginya jika
dulu banyak yang menulis di buku besar, bukan berarti karya yang dihasilkan
bernama sastra buku besar.
Facebook merupakan salah satu media di era teknologi
informasi ini. Jika kegiatan yang dilakukan adalah bersastra, maka hasilnya pun
merupakan sastra. Tak ada embel-embel media yang digunakannya, misalkan sastra
facebook, sastra instan, dan lain-lain. Adapun jika teknologi informasi itu
mempengaruhi karya yang dihasilkan bisa jadi memang benar adanya.
Facebook telah membawa lebih banyak lagi manusia untuk gemar
menulis. Menulis apa saja yang dapat dimengerti orang lain. Hal itu membawa
implikasi bahwa setiap orang mempunyai peluang yang sama untuk bisa menulis.
Facebook merupakan salah satu media sosial yang dapat
digunakan untuk mengasah kemampuan menulis. Diantara gemerlap teknologi
informasi lainnya yang ada, misalnya twitter, blog, dll.
Jika
Anda berminat, jangan ragu. Mari bersastra melalui facebook!
