Selasa, 03 Juli 2012

Program Kerja PGRI


A.   Landasaan
 Program Kerja tahun keempat berlandaskan:
1.      Idiil                         : Pancasila
2.      Konstitusional        : UUD 1945
3.      Operasional             : a. AD dan ART PGRI
  b. Strategi Dasar Perjuangan PGRI

B.  Tujuan
      Tertuang dalam Anggaran Dasar Pasal 6 yaitu:
1.      Mewujudkan cita-cita Proklamasi NKRI, mempertahankan dan mengamalkan Pancasila dan UUD 1945.
2.      Berperan aktif mencapai tujuan nasional.
3.      Mengembangkan sitem pendidikan nasional.
4.      Mempertinggi, meningkatkan mutu profesi guru.
5.      Menjaga, memelihara, membela, harkat dan martabat guru.

C.  Fungsi
      Fungsi proker PGRI Jawa Tengah tahun 2007:
1.      Memberi arahan tentang pokok-pokok program.
2.      Memberi arahan kepada organisasi dalam menjalankan reformasi organisasi.
3.      Memberi arahan kepada organisasi dalam menetapkan langkah-langkah melaksanakan reformasi pendidikan nasional.
4.      Memberi arahan dalam mewujudkan visi dan misi oraganisasi.



D.  Sasaran
1.      Refungsional dan revitalisasi jatidiri PGRI guna memiliki landasan kejuangan yang kuat.
2.      Restrukturisasi dan penataan organisasi dari pusat sampai daerah.
3.      Meningkatkan kesadaran seluruh pengurus PGRI dari daerah sampai ranting.
4.      Meningkatkan seluruh anggota PGRI agar bersama-sama memperbaiki dan meningkatkan citra PGRI.

E.  Visi Organisasi
      Mewujudkan PGRI sebagai organisasi dinamis, mandiri, dan berwibawa yang dicintai oleh anggota, disegani oleh mitra, dan diakui keberadaannya oleh masyarakat luas.

F.  Misi Organisasi
1.      Misi Nasional
Mempertahankan, mengisi, dan mewujudkan cita-cita Proklamasi.
2.      Misi Pembangunan Nasional
Berperan menyukseskan pembangunan nasional.
3.      Misi Pendidikan Nasional
Berperan aktif dalam pembangunan nasional, khususnya dalam mengembangkan sumber daya manusia.
4.      Misi Profesional
Memperjuangkan perwujudan guru professional.
5.      Misi Kesejahteraan
Memperjuangkan tercapainya kesejahteraan lahir batin para guru dan tenaga pendidik lainnya.
G.  Strategi Pelaksanaan Program
a)      Komunikasi
Dalam melaksanakan kegiatan dijalin komunikasi dua arah, tidak top down tetapi justru menekankan komunikasi bottom up.

b)      Partisipasi
Keterlibatan anggota dalam setiap kegiatan organisasi di semua tingkatan diperlukan sebagai wujud partisipasi konkrit anggota dalam melaksanakan program.
c)      Kemitraan
Menjalin kemitraan dengan berbagai pihak termasuk pemerintah, masyarakat, dan organisasi lain untuk mewujudkan program organisasi.

H.  Pokok-Pokok Program
a.       Umum
1.  Melanjutkan dan meneruskan program lanjutan yang sedang berjalan.
2.  Melakukan penataan administrasi dan perangkat pendukung.
3. Mengadakan pertemuan-pertemuan rutin pengurus harian, pleno dan  koordinasi ke daerah-daerah.
4.  Mengupayakan fokus utama kegiatan pada komunikasi dan partisipasi.
5. Memberikan kesempatan, mendorong, dan memberikan peluang tumbuhnya gerakan donasi untuk PGRI dari pejabat.
6.  Mengusulkan Konpus PGRI tahun 2007 mendatang untuk membentuk kelompok-kelompok kerja guru.
b.      Sekbid Organisasi dan Kaderisasi
1.  Rekrutmen anggota baru PGRI.
2.  Menyusun informasi data anggota dan organisasi.
3.  Melakukan konsolidasi organisasi dengan PGRI Kabupaten/Kota.
4.  Meningkatkan kesadaran anggota dalam membayar iuran.
5.  Memberdayakan unsur Sekbid Kabupaten/Kota.
6.  Menjalin kerjasama dengan berbagai organisasi Kependidikan.
7.  Memperjuangkan status guru tidak tetap.
c.       Sekbid Kesejahteraan
1.  Memperjuangkan sistem khusus bagi guru dan tenaga kependidikan.
2. Memperjuangkan peningkatan penghasilan guru dan tenaga kependidikan.
3.  Memperjuangkan terealisasi kelebihan jam mengajar guru SD dan MI.
4.  Rakor dengan Sekbid Kesejahteraan Kabupaten.
5. Mendorong pengembangan koperasi guru sebagai wahana kesejahteraan guru.
6. Memberi bantuan terhadap keluarga anggota PGRI yang meninggal dunia.
7.  Membentuk jaringan relawan kesetiakawanan sosial PGRI.
8. Penyediaan dana Kesra di Provinsi untuk secara cepat membantu menanggulangi bencana alam.
d.      Sekbid Ketenagakerjaan
1. Membina kebersamaan, kekeluargaan, dan kesetiakawanan dalam berbagai bentuk kegiatan.
2.  Melindungi dan membela guru anggota PGRI.
3.  Memperjuangkan dan mengusahakan sistem penghargaan.
4. Memperjuangkan dan membantu guru dalam memperoleh hak-hak kepegawaian.
5.  Membantu realisasi pengangkatan CPNS guru yang lulus tes.
6. Mendesak segera PP khusus tenaga non kependidikan dan ijin sertifikasi guru jangan dibatasi.
7.  Mempermudah dan mengadakan pembinaan usulan kenaikan pangkat.
e.       Sekbid Karier dan Profesi
1.  Meningkatkan mutu tenaga kependidikan
2.  Membantu program penyetaraan S1 yang melanjutkan pendidikan guru ke perguruan tinggi khususnya IKIP PGRI Semarang.
3.  Memperjuangkan anggota yang berprestasi.
4. Memberi pelatihan, bimbingan penulisan karya ilmiah, buku ajar untuk meningkatkan profesionalitas guru.
5.  Melakukan kerjasama dan lomba-lomba.
6. Secara aktif menyampaikan gagasan, pemikiran, dan pertimbangan tentang pelaksanaan pembangunan pendidikan.
7.  Meningkatkan FKPPG dalam membantu guru untuk lebih profesional.
f.       Sekbid Pendidikan
1.  Rapar koordinasi Sekbid Pendidikan Kabupaten/ Kota se Jawa Tengah.
2.  Menyusun silabus mata pelajaran/ mata kuliah.
3.  Melaksanakan kebijakan PGRI.
4. Melakukan pemantauan untuk meningkatkan pengelolaan pendidikan PT PGRI.
5.  Mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan sekolah PGRI.
g.      Sekbid Kerokhanian
1. Menyelenggarakan rapat koordinasi Sekbid kerokhanian Kabupaten/ Kota se Jawa Tengah.
2.  Mengaktifkan peran serta anggota PGRI dari jajaran Depag.
3.  Menyelenggarakan kegiatan keagamaan.
4.  Memakmurkan mushola/masjid di kompleks Kantor PGRI.
5.  Menyelenggarakan kegiatan khusus di bulan Ramadhan.
6.  Mengisi/ membuat artikel kerokhanian.
h.      Sekbid Advokasi dan Perlindungan Hukum
1. Meningkatkan peran LKBH PGRI Cabang Jawa Tengah dan LKBH perwakilan Kabupaten/ Kota.
2. Melaksanakan rapat koordinasi Sekbid Advokasi dan Perlindungan hukum PGRI.
3. Memperjuangkan secara optimal hak-hak anggota baik sebagai guru maupun pekerja.
4.  Mengawal implementasi UU Guru dan Dosen.
5.  Mengembangkan kesadaran dan budaya hukum di kalangan PGRI.
6.  Mengisi media rubrik hukum.


i.        Sekbid Pemberdayaan Perempuan
1. Mengadakan koordinasi Sekbid Pemberdayaan Perempuan se Jawa Tengah.
2. Meningkatkan hubungan kekeluargaan antara pengurus dan mantan pengurus PGRI provinsi Jawa Tengah.
3.  Melaksanakan bakti sosial kepada pensiuan pengurus PGRI.
4.  Workshop AD/ART PGRI pengurus Perempuan PGRI.
5.  Pelatihan TI tingkat lanjut.
6.  Pelatihan kompetensi guru perempuan PGRI se Jawa Tengah.
j.        Sekbid Kesenian dan Olahraga
1. Rapat koordinasi Sekbid Pembinaan Kesenian dan Olah Raga se Jateng.
2. Peningkatan profesi bagi anggota yang menangani mata pelajaran Kesenian dan Olah Raga.
3.  Apresiasi Seni dan Olah Raga 
k.      Sekbid Informasi dan Komunikasi
1.  Menyebarluaskan kebijakan, kegiatan, dan hal penting lainnya.
2.  Mendokumentasikan berbagai kegiatan organisasi.
3.  Menyusun kliping berita dan artikel pendidikan, artikel PGRI.
4. Mengembangkan manajemen pengelolaan penerbitan Majalah Derap Guru Jateng.
5. Menjadikan majalah Derap Guru sebagai media informasi dan komunikasi bagi anggota PGRI.
6.  Mengadakan Lomba Opini Pendidikan.
7.  Mengadakan Pelatihan Kehumasan tingkat pemula bagi anggota.
8.  Mengadakan Seminar tentang Strategi dan Etika Pengembangan Media Massa.
9.  Menjalin komunikasi dengan lembaga.
l.        Sekbid Keuangan
1.  Meningkatkan kualitas manajemen keuangan dan tertib administrasi.
2.  Mengadakan pelatihan sistem administrasi dan manajemen keuangan.
3.  Pengadaan alat bantu perkantoran.
4.  Penertiban iuran anggota.
5.  Menerima iuran anggota dari Kabupaten/ Kota untuk Pengurus Besar PGRI.
6.  Mengadakan penagihan tunggakan iuran anggota.
7.  Menerima sumbangan yang sah.
8.  Meningkatkan dukungan anggaran biaya kegiatan organisasi.
9.  Mengintensifkan pendapatan dari kalender tahun 2007.
          10.  Mengupayakan majalah Derap Guru.
          11.  Usaha: mengupayakan pendapatan dari sektor deposito.
          12.  Bank Pemerintah menjadi alternative utama.
          13.  Memberikan bantuan kegiatan PGRI Kab/ Kota.
          14.  Bantuan Sosial.
          15.  Pembangunan kantor.
          16.  Pengelolaan anggaran. 

Senin, 11 Juni 2012

Sastra Cyber


Pengertian Sastra Cyber
Sastra cyber adalah karya sastra yang dikerjakan dan dipublikasikan melalui medium internet atau teknologi informatika.
Pengertian facebook menurut wikipedia berbahasa indonesia adalah sebuah situs web jejaring social.
Dapat juga diartikan facebook adalah sebuah web jejaring sosial yang didirikan oleh mark zuckerberg dan diluncurkan pada 4 Februari 2004 yang memungkinkan para pengguna dapat menambahkan profil dengan foto, kontak, ataupun informasi personil lainnya dan dapat bergabung dalam komunitas untuk melakukan koneksi dan berinteraksi dengan pengguna lainnya.
Sejarah Facebook
                Berawal ketika Mark Zuckerberg, seorang mahasiswa Harvard kelahiran 14 Mei 1984 dan mantan murid Ardsley High School membuat situs jejaring sosial facebook. Yang pada mulanya pengunaannya hanya diperuntukkan bagi mahasiswa dari Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Universitas Boston, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat surat-e suatu universitas (seperti: .edu, .ac, .uk, dll) dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs jejaring sosial ini. Sampai akhirnya, pada September 2006 Facebook mulai membuka pendaftaran bagi siapa saja yang memiliki alamat email.
                Pada waktu itu beberapa perusahaan besar seperti friendster, Viacom, bahkan Yahoo tertarik untuk membeli/mengakuisisi facebook. Tapi semua tawaran tersebut ditolak oleh Mark Zuckerberg sebagai pendiri Facebook meskipun harga yang ditawarkan terbilang fantastis. Friendster menawar 10 juta US dollar, Viacom 750 juta US dollar, dan yahoo 1 Milyar US dollar.
                Pada akhirnya, langkah yang diambil zuckerberg tersebut sangatlah tepat karena facebook terus berkembang dan pada 2007 terdapat penambahan 200 ribu account baru perharinya. Lebih dari 25 juta user aktif menggunakan Facebook setiap harinya. Sampai pada 2009, penghasilan facebook mencapai nominal 800 juta US dollar. Malahan di tahun 2010 ini ditaksir angka itu akan melambung mencapai lebih dari 1 Milyar US dollar.


Nilai sastra yang ada di facebook
                Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan di media sosial yang terkenal dengan “like this” itu adalah bersastra. Berbagai tulisan fiksi dapat diposting di wall media tersebut.
Seseorang dapat menulis cerpen, puisi, atau berita pada menu status atau note. Jika ingin lebih serius latihan menulis bersama, seseorang dapat bergabung pada menu grup di jejaring sosial itu, yang khusus membicarakan dunia tulis-menulis. (Agus Pribadi, 2012).
            Jika tulisan yang diposting menarik, maka akan mendapatkan apresiasi dari pembaca. Dapat berupa “like”, masukan ataupun pujian. Hal itu tentu akan sangat menarik.
                Seorang yang berada di London dapat berdiskusi tentang cerpen dengan seorang yang berada di Banyumas. Tentunya akan menghemat waktu dan biaya. Kalau dulu orang harus bertemu langsung untuk berdiskusi. Sekarang bisa berdiskusi di tempat masing-masing di belahan dunia yang berbeda. Sebuah buku antologi dapat diterbitkan bersama meskipun para penulisnya belum pernah bertatap muka secara langsung. Hal itu salah satunya dapat dilakukan melalui facebook.
Bersastra melalui facebook akan menghemat tenaga, waktu dan biaya. Kita tidak perlu bertemu secara langsung untuk berdiskusi. Hal itu akan menghemat tenaga. Waktu kita juga bisa kita sesuaikan. Bisa sambil menyelam minum air. Misalnya berdiskusi sambil makan, tiduran, membaca buku, mengerjakan pekerjaan rumah dan lain-lain. Sekarang biaya pulsa modem relatif murah. Dengan uang lima puluh ribu dapat online satu bulan penuh selama 24 jam sehari.
Bukan Sastra Facebook
Meskipun proses kreatif dilakukan melalui facebook, namun sastra yang dihasilkan bukan berarti bernama sastra facebook. Analoginya jika dulu banyak yang menulis di buku besar, bukan berarti karya yang dihasilkan bernama sastra buku besar.
Facebook merupakan salah satu media di era teknologi informasi ini. Jika kegiatan yang dilakukan adalah bersastra, maka hasilnya pun merupakan sastra. Tak ada embel-embel media yang digunakannya, misalkan sastra facebook, sastra instan, dan lain-lain. Adapun jika teknologi informasi itu mempengaruhi karya yang dihasilkan bisa jadi memang benar adanya.
Facebook telah membawa lebih banyak lagi manusia untuk gemar menulis. Menulis apa saja yang dapat dimengerti orang lain. Hal itu membawa implikasi bahwa setiap orang mempunyai peluang yang sama untuk bisa menulis.
Facebook merupakan salah satu media sosial yang dapat digunakan untuk mengasah kemampuan menulis. Diantara gemerlap teknologi informasi lainnya yang ada, misalnya twitter, blog, dll.
Jika Anda berminat, jangan ragu. Mari bersastra melalui facebook!

Pelecehan Seksual


Pelecehan seksual
A. Pengertian
Pelecehan seksual adalah perilaku pendekatan-pendekatan yang terkait dengan seks yang tidak diinginkan, termasuk permintaan untuk melakukan seks, dan perilaku lainnya yang secara verbal ataupun fisik merujuk pada seks.
Pelecehan seksual dapat terjadi dimana saja baik tempat umum seperti bis, pasar, sekolah, kantor, maupun di tempat pribadi seperti rumah.
Dalam kejadian pelecehan seksual biasanya terdiri dari 10 persen kata-kata pelecehan, 10 persen intonasi yang menunjukkan pelecehan, dan 80 persen non verbal.

B. Pelaku dan korban

Walaupun secara umum wanita sering mendapat sorotan sebagai korban pelecehan seksual, namun pelecehan seksual dapat menimpa siapa saja. Korban pelecehan seksual bisa jadi adalah laki-laki ataupun perempuan. Korban bisa jadi adalah lawan jenis dari pelaku pelecehan ataupun berjenis kelamin yang sama.
  • Pelaku pelecehan seksual bisa siapa saja terlepas dari jenis kelamin, umur, pendidikan, nilai-nilai budaya, nilai-nilai agama, warga negara, latar belakang, maupun status sosial.
  • Korban dari perilaku pelecehan sosial dianjurkan untuk mencatat setiap insiden termasuk identitas pelaku, lokasi, waktu, tempat, saksi dan perilaku yang dilakukan yang dianggap tidak menyenangkan. Serta melaporkannya ke pihak yang berwenang.
  • Saksi bisa jadi seseorang yang mendengar atau melihat kejadian ataupun seseorang yang diinformasikan akan kejadian saat hal tersebut terjadi. Korban juga dianjurkan untuk menunjukkan sikap ketidak-senangan akan perilaku pelecehan.

C. Macam-Macam Perilaku Yang Digolongkan Dalam Pelecehan Seksual

  • Lelucon seks, menggoda secara terus menerus akan hal-hal yang berkaitan dengan seks baik secara langsung maupun melalui media seperti surat, SMS, maupun surat-e.
  • Penyiksaan secara verbal akan hal-hal yang terkait dengan seks.
  • Memegang ataupun menyentuh dengan tujuan seksual.
  • Secara berulang berdiri dengan dekat sekali atau hingga bersentuhan badan dan badan antar orang.
  • Secara berulang meminta seseorang untuk bersosialisasi (tinggal, ikut pergi) walaupun orang yang diminta telah mengatakan tidak atau mengindikasikan ketidak tertarikannya.
  • Memberikan hadiah atau meninggalkan barang-barang yang dapat merujuk pada seks.
  • Secara berulang menunjukkan perilaku yang mengarah pada hasrat seksual.
  • Membuat atau mengirimkan gambar-gambar, kartun, atau material lainnya yang terkait dengan seks dan dirasa melanggar etika/ batas.
  • Memaksakan ajakan-ajakan yang terkait dengan seks yang berpengaruh pada keadaan sekitar.
D. Pencegahannya
1.      Secara umum sebaiknya penumpang menghindari berpergian sendirian pada malam hari, ini jika di dalam angkutan umum.
2.       Juga dianjurkan untuk pergi bersama teman lainnya apabila ada keperluan yang menggunakan angkutan umum dan memastikan bahwa keberadaan diri diketahui oleh orang lain.
3.      Walaupun tidak ada jaminan bahwa berpakaian tertutup akan aman dari perilaku pelecehan seksual, namun kode etik berpakaian secara rapih dan prilaku yang sopan dianjurkan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

Rabu, 06 Juni 2012

Rapat Kerja


Mempersiapkan Rapat Kerja, Efektif dan Efisien
Rapat kerja adalah hal penting dan harus dilakukan secara rutin demi keberhasilan sebuah tugas. Deskripsi rapat kerja dari Kamus Besar Bahasa Indonesia: sidang untuk membahas masalah yang berkenaan dengan bidang pekerjaan yang dihadapi; (2) pertemuan staf untuk membahas hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas suatu instansi.
Bahkan mempersiapkan rapat kerja agar efektif dan efisien juga sama pentingnya dalam sebuah rapat. Sebab rapat yang terlalu lama tanpa solusi yang jelas, hanya akan membuat para pesertanya terbebani. Lalu, bagaimana cara mengubahnya ?
Rapat yang pembahasanya melantur kesana-kemari tanpa arah akan menjadi suatu siksaan tersendiri bagi mereka yang menghadirinya. Pada garis besarnya, agar pembicaraan pada rapat yang sering keluar konteks dan tidak terstruktur diubah menjadi lebih terfokus dan terstruktur. Sebuah rapat yang efektif harus berlandaskan pada:
  1. Menggunakan waktu secukupnya dalam membuat keputusan.
  2. Hanya membicarakan hal-hal yang telah diagendakan.
  3. Menekankan objektifitas dan hasil yang diharapkan.
Agenda Rapat
Tidak mungkin terjadi suatu rapat yang efektif, jika rapat dilakukan tanpa agenda yang jelas. Buat suatu agenda yang jelas dan mampu menghasilkan solusi yang tepat. Bukan hanya sketsa, tetapi juga deskripsi dari apa yang akan dibicarakan. Sehingga mereka tahu hasil apa yang ingin didapat.
Peserta yang melakukan presentasi harus menyiapkan semua bahan dengan lengkap agar dapat menyelesaikan presentasinya sesuai waktu yang telah ditentukan. Agar lebih jelas, berikan lembaran agenda pada setiap peserta rapat. Tentu saja agenda yang ditulis secara detail, bukan hanya berisi tema, karena hal ini sangat rentan melenceng.
Agenda rapat sebaikanya hanya berisi permasalahan yang memang tengah dialami saja. Sebab kebanyakan rapat, bukan hanya membahas hal yang bermasalah, bahkan yang tidak bermasalah juga dibicarakan. Sehingga, orang yang tidak bermasalah pun terpaksa harus bebicara di dalam rapat.
Komunikasi
Komunikasikan agenda rapat dengan cara membaginya terlebih dahulu. Sehingga peserta rapat dapat mempersiapkan materi tentang topik yang akan dibahas di dalam rapat.
Jadwal Rapat
Jadwal yang baku akan membantu para manajer mendapat laporan secara tepat waktu dan mendisplinkan para karyawan untuk menghadiri rapat.
Perhatikan Situasi
Beberapa manajer mampu membuat rapat menjadi efektif dan efisien, tetapi juga ada manajer yang memaksakan keputusannya pada peserta rapat agar rapat bisa cepat selesai. Rapat yang efektif bukan dilihat dari waktu pelaksanaan yang singkat, tetapi bagaimana kita mempu mempertemukan pendapat yang berbeda dengan situasi yang nyaman dan kondusif.
Pengambilan Suara
Pengambilan suara merupakan cara tersingkat untuk mendapatkan keputusan. Pengambilan suara dapat diambil bila diskusi yang terjadi tidak memperlihatkan gambaran keputusan yang terang dan tidak ada mayoritas mutlak. Sebelum melakukan proses pengambilan keputusan, voting akan lebih mempercepat pengambilan keputusan, sehingga mereka harus siap menerima apapun keputusannya.
Batasi Masalah Diskusi
Para pakar menyarankan untuk membahas permasalahan  berbeda di rapat yang berbeda pula. Saat membuka rapat, jelaskan bahwa mereka hanya akan membahas permasalahan tertentu. Topik yang memerlukan diskusi, dilakukan pada rapat yang khusus mendiskusikan masalah tersebut. Untuk mendapat keputusan, maka diperlukan rapat khusus pengambilan suara. Pembatasan ini memberikan anggotanya untuk lebih siap dalam mencari solusi dan  menetapkan pilihan di luar rapat, sehingga hasil yang didapat pun memuaskan. Dan rapat pun telah berjalan secara efektif dan efisien.